Sabtu, 07 Juli 2012

Isyarat dari Ibnu Arabi: Aku adalah misteri Tuhanku dan simbulnya. Aku adalah rembulan yang memantulkan sinar. Aku adalah jasad yang menyimpan mutiara didalamnya. Aku adalah bayangan yg disoroti pelita" Aku Rabbi bila Ain.
Supaya kita tdk gila atau ikut mencaci sebagai oran-orang sesat, Kita coba mengembalikan persoalan itu kepada Kitabullah yg diawali dgn pengakuan Ibnu Arabi : Ana A jawal" Arabi Bila A menjadi Rabbi dan AL Qur'an: Sesungguhnya Aku ini Allah, tiada Tuhan selain Aku, oleh sebab itu sembahlah Aku dan tetaplah mengerjakan sholat untuk mengingat Aku" . Thaha 20: 14.
Pernyataan AL Qur'an diperuntukkan bagi manusia dan bukan untuk kera atau gorela. surat berikutnya oleh Nabi telah dihadiskan : Bertanya seorang sahabat : Siapakah engkau sebenarnya ya Muhamad". Nabi menjawab : Ana Ahmad bila mim(m) Ahmad tidak pakai' m' menjadi Ahad".
sesungguhnya tidak ada Tuhan selain Aku maka sembahlah Aku dimanapun kamu berada.
Ibnu Arabi teleh mempertegas garis pemisah dalam kias. Bahwa NUR yang telah ditiupkan ke dlm jasad, telah bertindaj sebagai Nakhoda. Menguasai kapalnya , kemana ia hendak berlayar. Bila kapal itu terperangkap karang atau nabrak, maka Nakhoda hrs bertanggung jawab . Itulah ungkapan Hamzah Fansuri: Aku dpt bergerak semata-mata digerakkan oleh Tuhan. Akulah yg menguasai jasadku, bila jasad lumpuh dan kembali menjadi tanah kotor, maka Aku kembali kedalam kesatuan Ku. jelas tdk bisa disatukan antara Aku sebagai Nakhoda dengan kapal yg aku bawa. Ibarat mutiara didalam kotoran lembu. Ia akn tetap memisah, yg satu tetap mutiara dan yg lain tetap kotoran lembu.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar